• Jumat, 23/3/2012 10:32
    SELAMA NYEPI, ATM di Bali Tak Beroperasi Tiga Hari
  • Jumat, 23/3/2012 10:23
    PENANGKAPAN TERORIS: Terduga Teroris Ditangkap di Sumedang Langsung Dibawa ke Jakarta
  • Jumat, 23/3/2012 10:11
    HARI NYEPI: 375 Polisi Amankan Hari Raya Nyepi di Jabar
  • Jumat, 23/3/2012 09:59
    TERORIS DITEMBAK: Keluarga AG, Akan Pastikan Jenazah Teroris Ditembak di Bali
  • Jumat, 23/3/2012 09:48
    WHITNEY HOUSTON Meninggal Akibat Tenggelam Setelah Konsumsi Kokain
  • Jumat, 23/3/2012 09:36
    TAWUR AGUNG, Mensucikan Diri Sebelum Hari Raya Nyepi
  • Jumat, 23/3/2012 09:15
    KERETA ANJLOK: Kereta Barang Babaranjang Anjlok, 1 Orang Tewas
  • Jumat, 23/3/2012 09:05
    SERANGAN TOMCAT: Warga Solo Diminta Tak Panik Tapi Waspada
  • Jumat, 23/3/2012 08:57
    THEOLOGI KEKERASAN: Al Iqtida’ Bi Akhlaqirrosul Bahas Peran Anak Bangsa
  • Jumat, 23/3/2012 08:51
    BOS DMDT: Jaksa Ajukan Kasasi Ke MA Atas Vonis Bebas Bos DMDT
  • Jumat, 23/3/2012 08:40
    KENAIKAN BBM: PDIP Jatim Galang Massa Untuk Aksi Penolakan 27 Maret
  • Jumat, 23/3/2012 07:18
    TOWER TELEKOMUNIKASI: Pemkot Diminta Buat Desain Menara Terpadu
  • Jumat, 23/3/2012 06:56
    LIGA SPANYOL: Malaga dan Sevilla Petik Kemenangan
  • Jumat, 23/3/2012 06:55
    ILMU GEOGRAFI: Ilmu Termarjinalkan, Sarjana Geografi Banyak Tak Terserap
  • Jumat, 23/3/2012 06:45
    SERUAN MOGOK HAKIM DAERAH: Hakim Agung Gayus Lumbun Minta Bersabar
  • Jumat, 23/3/2012 06:30
    ANTISIPASI KENAIKAN BBM: DPRD Desak Pemkot Lelang Proyek-Proyek Fisik
  • Jumat, 23/3/2012 06:23
    PENCABULAN: Ngaku Bujang di Facebook, Pemuda Tipu Gadis Remaja Luar Dalam

Friday, August 26, 2011

Foto-Foto Lengkap Dokumenter Masa-masa Kekuasaan Nazi Jerman

KOTA ANEH - NAZI (NazionaliSozionalisme), adalah sebuah partai besar dan tunggal yang berkuasa di negara JERMAN dalam kurun waktu tahun 1933 sampai 1945 (semasa perang dunia II). Banyak Media Massa baik cetak maupun online yang berusaha mengangkat cerita-cerita seputar kekuasaan NAZI pada PD II di JERMAN, dan upaya NAZI dalam menguasai sebagian daerah di Eropa. Dengan semakin banyaknya media yang mengulas tentang hal itu, semakin banyak pula KONTROVERSI yang diangkat ke permukaan, terutama kontroversi tentang penghapusan Ras Yahudi yang hingga saat ini menjadi senjata ampuh bagi Yahudi (termasuk Israel) untuk menyatakan dirinya bahwa ras/bangsa mereka adalah bangsa yang paling menderita akibat ulah kekejaman NAZI.




































































































































Sejarah Perkeretapian Indonesia

KOTA ANEH - Sejarah perkeretaapian di Indonesia diawali dengan pencangkulan pertama pembangunan jalan kereta api di desa Kemijen, Jum'at tanggal 17 Juni 1864, oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J Baron Sloet van den Beele. Pembangunan diprakarsai oleh "Naamlooze Venootschap Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij" (NV. NISM) yang dipimpin oleh Ir. J.P de Bordes dari Kemijen menuju desa Tanggung (26 Km) dengan lebar sepur 1435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867.





Keberhasilan swasta, NV. NISM membangun jalan KA antara Kemijen-Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang - Surakarta (110 Km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lainnya. Tidak mengherankan, kalau pertumbuhan panjang jalan rel antara 1864 - 1900 tumbuh dengan pesat. Kalau tahun 1867 baru 25 km, tahun 1870 menjadi 110 km, tahun 1880 mencapai 405 km, tahun 1890 menjadi 1.427 km dan pada tahun 1900 menjadi 3.338 km.











Selain di Jawa, pembangunan rel KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), [[ ]] (1914), bahkan tahun 1922 di Sulawesi juga telah dibangun jalan KA sepanjang 47 Km antara Makasar-Takalar, yang pengoperasiannya dilakukan tanggal 1 Juli 1923, sisanya Ujungpandang-Maros belum sempat diselesaikan. Sedangkan di Kalimantan, meskipun belum sempat dibangun, studi jalan KA Pontianak - Sambas (220 Km) sudah diselesaikan. Demikian juga di pulau Bali dan Lombok, juga pernah dilakukan studi pembangunan jalan KA.





Sampai dengan tahun 1939, panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km. Tetapi, pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km, kurang lebih 901 km raib, yang diperkirakan karena dibongkar semasa pendudukan Jepang dan diangkut ke Burma untuk pembangunan jalan KA di sana.





Jenis jalan rel KA di Indonesia dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh) dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. Jalan rel yang dibongkar semasa pendudukan Jepang (1942 - 1943) sepanjang 473 km, sedangkan jalan KA yang dibangun semasa pendudukan Jepang adalah 83 km antara Bayah - Cikara dan 220 km antara Muaro - Pekanbaru. Ironisnya, dengan teknologi yang seadanya, jalan KA Muaro - Pekanbaru diprogramkan selesai pembangunannya selama 15 bulan yang memperkerjakan 27.500 orang, 25.000 diantaranya adalah Romusha. Jalan yang melintasi rawa-rawa, perbukitan, serta sungai yang deras arusnya ini, banyak menelan korban yang makamnya bertebaran sepanjang Muaro - Pekanbaru.







Setelah kemerdekaan Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, karyawan KA yang tergabung dalam "Angkatan Moeda Kereta Api" (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Peristiwa bersejarah yang terjadi pada tanggal 28 September 1945, pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya, menegaskan bahwa mulai tanggal 28 September 1945 kekuasaan perkeretaapian berada ditangan bangsa Indonesia. Orang Jepang tidak diperkenankan lagi campur tangan dengan urusan perkeretaapian di Indonesia. Inilah yang melandasi ditetapkannya 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya "Djawatan Kereta Api Republik Indonesia" (DKARI).





Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) namanya diubah sejak tanggal 15 September 1971 menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA). Pada tanggal 2 Januari 1991, PJKA diubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka), dan sejak tanggal 1 Juni 1999 menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero).


Sejarah Berdirinya Kopassus

KOTA ANEH - Siapa yang tak tahu dengan Kopassus, pasukan khusus elit milik negara Kita. Pasukan yang sangat disegani oleh dunia kemiliteran dunia, bagaimana tidak, Kopassus tercatat sebagai pasukan khusus terbaik ketiga di dunia, hanya kalah dengan Pasukan Khusus Inggris dan pasukan Mossad Israel. Selain itu Kopassus juga menjadi satu dari empat pasukan khusus yang berhasil melaksanakan operasi pembebasan sandera di dalam pesawat. (Operasi pembebasan sandera pesawat DC-9 Wovla Garuda Indonesia)





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWhZWKJ1Zh9PzC6ESJfrEWZxtYyz7H9EDXIE93t3XsoHLhr0tu9g7aaORoMKK0ixEQOaSnku71DoHHSnDHchIHVm_Fglbt5HRKf9GmR18ms3K8ci1GILlJowLzlBO-B8vHVETq8OIy4p0/s1600/kopasus.jpg


Kopassus, Pasukan Khusus kebanggan Indonesia





Tapi tahukah kalian bagaimana sejarah terbentuknya Kopassus?. Terbentuknya Kopassus tak terlepas dari peristiwa gerakan operasi untuk menumpas berbagai pemberontakan dan gerakan separatisme yang melanda negeri Indonesia di masa-masa pasca kemerdekaan. Saat itu Kolonel Slamet Riyadi mempunyai gagasan untuk membentuk sebuah pasukan Khusus yang mempunyai kemampuan bertempur luar biasa.





Hal ini kemudian didiskusikan dengan Kolonel Alex E kawilarang. Namun sayang, Kolonel Slamet Riyadi gugur dalam sebuah pertempuran di Ambon sebelum berhasil mewujudkan impianya membentuk pasukan khusus.





Kolonel Alex Kawilarang pun berusaha untuk meneruskan impian Kolonel Slamet Riyadi, ia menunjuk Rokus Bernadus visser, seorang mantan tentara Belanda yang menjadi warga negara Indonesia dan merubah namanya menjadi Mochammad Idjon Djanbi. Idjon Djanbi adalah mantan kapten pada Corps Speciale Troopen KNIL. Jabatan terakhirnya adalah Komandan sekolah terjun payung KNIL di Cimahi. Pengalamanya selama menjadi prajurit Speciale Troopen membuatnya memiliki kemampuan tempur yang baik. Hal inilah yang membuat Kolonel Alex Kawilarang menunjuknya untuk memimpin dan melatih serta merombak pasukan khusus yang sebelumnya sudah dibentuk oleh Kolonel Kawilarang yang bernama Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT) pada tanggal 15 April 1952.







https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjtUk5by8g6QpQMEiMDpSogdc2b4Fbplukqo2dSR1W1-v_U9BIhs4JWdGOmFhNvuIWgPA7M5Ti9hSYvtTgTS4oqZ85Fz-ILbGbHJ8rQ7P1tPR6pKJCgCPdVzoVy-I0lIJWs-QzSbFxH0VY/s1600/alex.jpg


Kolonel Alex Kawilarang





Setelah menyanggupi permintaan Kolonel Alex Kawilarang, Idjon Djanbi kemudian menjadi Anggota TNI dengan pangkat Mayor dan mulai memilih perwira-perwira terbaik untuk dilatih menjadi anggota Kesko TT yang mempunyai kemampuan tempur seperti layaknya anggota Speciale Troopen, pasukan yang pernah dipimpin oleh Idjon Djanbi sewaktu masih bergabung dengan tentara RMS.





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAfy9FLkjg87ujz6QADtS1UN1-7VRS92cKQ8BE5KqGW4h0Mm0ps_izbBAKNKfBFlahFC4MVcWMTP60Nx91wD1HquhRUWVmVQW7_5SMvO-PdxchwVQcZOeeQUiltsaWkvaHPSZcQLiP5ZM/s1600/idjon.jpg


Mochammad Idjon Djanbi





Setelah mendapatkan sekompi perwira-perwira terpilih ditambah dengan anggota-anggota lama Kesko TT, mulailah Idjon Djanbi melatih perwira-perwira tersebut dengan berbagai kemampuan tempur baik secara individu maupun secara kelompok, kemampuan evakuasi, dan kemampuan-kemampuan lainya yang harus dimiliki oleh layaknya anggota sebuah pasukan khusus. Sejak itu pula Indonesia mempunyai sebuah pasukan khusus yang bisa dibanggakan.





Nama Pasukan Khusus ini sering berubah-ubah, Berikut ini adalah beberapa perubahan nama Yang terjadi pada Pasukan Khusus Kita ini







  • Tanggal 19 Februari 1953, Kesko TT dialihkan dari Siliwangi dan langsung berada di bawah Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) dan Berubah Nama jadi KKAD,


  • 18 Maret 1953 komando Siliwangi di ambil alih Mabes ABRI, kemudian namanya diubah menjadi “Korps Komando Angkatan Darat” (KKAD).


  • 25 Juli 1955 KKAD ditingkatkan menjadi “Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD)”, saat itu masih dikepalai oleh Idjon Djanbi.


  • Tahun 1959 Kepanjangan RPKAD diubah menjadi “Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD)”. Karena unsur tempur TNI dipindah ke cijantung, dalam masa ini, Idjon Djanbi digantikan oleh Komaruddin Nasution.


  • 12 Desember 1966 RPKAD berubah lagi menjadi “Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD)”




  • 17 Februari 1971, resimen dari Puspassus AD tersebut diberi nama Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).


  • Kopasanda inilah yang berhasil membawa nama Kopasus cemerlang di kancah internasional, karena berhasil dalam operasi pembebasan sandera pesawat DC-9 Wovla Garuda Indonesia Airways yang dibajak oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok ekstremis “Komandi Jihad”. dalam misi ini Kopassandha berhasil membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan, satu orang anggota yaitu Capa (anumerta) Achmad Kirang dan pilot Kapten Herman Rante gugur ditembak oleh pembajak. Prestasi lainnya adalah berhasil menangkap Xanana Gusmao di dili pada tahun 1992





Dan akhirnnya pada tanggal 26 Desember 1986, Dengan adanya reorganisasi di tubuh ABRI, maka sejak tanggal 26 Desember 1986, nama Kopassandha berubah menjadi “Komando Pasukan Khusus” yang lebih terkenal dengan nama “Kopassus”.


Foto-foto Masa Kelam Sejarah Perang Dunia II







Hari pertama peperangan di Przemyśl (saat ini menjadi kota Polandia bernama Przemysl) dan prajurit pertama yang terbunuh di tanah Soviet (anggota divisi Legkopehotnoy ke-101). Kota ini langsung dikuasai oleh pasukan Jerman tanggal 22 Juni 1941, tapi pagi berikutnya direbut kembali oleh Tentara Merah dan penjaga perbatasan, hanya untuk direbut lagi oleh Jerman tanggal 27 Juni











Salah satu foto yang diambil setelah serangan Dieppe yang gagal tahun 1942. Pihak Jerman sedang mengangkut para prajurit yang terluka, sementara di latar depan tampak seorang prajurit Jerman yang terbunuh











Senjata-senjata yang berhasil dirampas Jerman dan deretan mayat prajurit Sekutu yang telah dijejerkan













Ini adalah foto yang terkenal yang memperlihatkan Generalmajor Friedrich Kussin terkapar mati di mobilnya tanggal 17 September 1944. Kussin adalah komandan Feldkommandantur 642 di wilayah Arnhem yang bertanggungjawab atas tempat-tempat vital (jembatan, pembangkit listrik dsb) di wilayah Arnhem. Ketika pasukan payung Sekutu melakukan penyerbuan mendadak di wilayah tersebut, Kussin langsung memutuskan untuk pergi ke front langsung demi mengetahui situasi sebenarnya yang terjadi setelah kehilangan kontak dengan prajurit Jerman yang bertahan di barat kota tersebut.





Dia berangkat menggunakan mobil staff Citroën bersama dengan supirnya, Gefreiter Josef Willeke dan ajudan Unteroffizier Max Köster melalui Utrechtseweg. Setelah bertemu dengan SS- Hauptsturmführer Josef ‘Sepp' Krafft dari SS-Panzergrenadier-Ausbildungs und Ersatz-Battalion 16, Kussin pulang kembali ke markasnya dengan janji akan memberikan balabantuan. Krafft mengingatkan sang jenderal untuk mengambil jalan pulang ke arah utara dan tidak mengambil jalan pulang yang sama di jalur selatan karena kemungkinan besar pasukan parasut Inggris sudah menguasainya.





Dengan alasan yang tidak diketahui, Kussin mengabaikan peringatan tersebut dan tetap menyusuri Utrehctseweg. Di tengah perjalanan, mobilnya berpapasan dengan pasukan pelopor dari 3rd Parachute Battalion Inggris, yang langsung menembaki pihak Jerman dengan rentetan senapan mesin. Ketiga penumpangnya langsung tewas seketika, termasuk Kussin. Di foto atas tampak bahwa kulit kepala sang jenderal telah terlepas dari kepalanya. Telah diketahui bahwa ada orang yang memang berusaha menguliti Kussin walaupun bukan pasukan parasut Inggris yang melakukannya











Mayat Gefreiter Josef Willeke, supir Friedrich Kussin yang tergeletak di samping mobilnya. Tampaknya dia berusaha untuk balas menembak pasukan parasut Inggris dengan senapannya, hanya saja musuhnya lebih cepat. Begitu antusiasnya prajurit-prajurit Inggris memberondong rombongan Kussin sehingga dibutuhkan perintah dari komandan mereka untuk menghentikannya! Baru diketahui kemudian bahwa salah satu korban mereka adalah "top notch" Jerman, komandan di wilayah tersebut!




Inilah Uang Dan Nota Bank Pertama di Dunia

KOTA ANEH - Inilah uang tertua di dunia, yang dipercaya pertama kali digunakan di Szechwan, China pada tahun 1024.








Uang pertama di dunia





Kisah penggunaan uang kertas ini semula berawal dari kisah Marcelino, seorang petualang Eropa, yang sempat tinggal 20 tahun di China dan kemudian mengisahkan kabar itu ke masyarakatnya. Konon, uang ini dibuat dari pohon mulbery yang kualitasnya kala itu belum begitu bagus.







Inilah nota bank tertua yang pernah ditemukan di dunia, yang pertama dirilis pada abad 17.








Nota Bank Pertama di Dunia





Kala itu, 100 Daler, bank sentral di Swedia merilis nota bank pertama pada tahun 1666, yang berfungsi sebagai tanda klaim deposito dan bukti ketersediaan tabungan. Setelah itu, bank di kawasan lainnya merilis nota bank seperti dilakukan di Inggris pada tahun 1694.


Inilah Bentuk GUNUNG KRAKATAU 125 Tahun Silam

KOTA ANEH - Saat itu pukul 10.20 WIB satu seperempat abad yang lalu, 1883, sebuah gunung berapi meletus di Selat Sunda. Gunung Krakatau (orang barat menyebutnya Krakatoa) yang saat itu menjuntai di Pulau Krakatau memuntahkan amarahnya dengan kekuatan setara 200 megaton TNT. Asal tahu saja, jumlah TNT sebesar itu setara dengan 13,000 kali Little Boy, bom atom yang meremukkan Hiroshima di Jepang pada 1945. Benar-benar dahsyat.











Kedahsyatan ledakkan Krakatau bisa dilihat juga dari jumlah korban tewas. Sebanyak 36,417 orang meregang nyawa karena amuknya, 165 permukiman hilang dari permukaan bumi, dan 132 desa luluh lantak porak poranda. Letusan Krakatau juga memicu terjadinya tsunami yang terasa hingga Hawaii dan pantai barat Amerika, sebuah jarak yang bagi banyak orang belum pernah terbayangkan sebelumnya karena saking jauhnya. Kapal yang sedang berada di Afrika Selatan konon sampai terhempas gara-gara tsunami yang bersumber dari ujung Pulau Jawa ini.











Ada lagi rekor yang dibuat Krakatau: suara ledakkan terdengar sampai Perth di sebelah Timur yang berjarak 3,110 kilometer dan di sisi barat penduduk di Rodrigues, dekat Mauritius yang berjarak 5,000 kilometer bisa mendengar “desahan” Krakatau. Ini berarti sekitar seperdelapan penduduk planet bumi bisa mendengar Krakatau sedang mengamuk dahsyat.













Usai ledakan, planet ini sempat gelap tertutup abu vulaknis yang menutupi atmosfer. Sinar mentari tidak mampu menembus tebalnya debu yang beterbangan. Asal tahu saja, Krakatau memuntahkan 25 kilometer kubik batu dan abu ke udara. Wah, seperti mau kiamat dong…











Foto yang menghiasi lema ini adalah dari Illustrated London News yang terbit pada 8 September 1883 (Anda bisa membeli replika halaman depan koran itu seharga 184 dollar di Amazon). Sementara itu pada 1927 sebuah gunung “menjebul” lahir dari bekas lokasi Gunung Krakatau. Dia dinamakan Anak Krakatau.







10 Mata uang tertua di Indonesia

KOTA ANEH - 10. Uang Real Batu, Kesultanan Sumenep (1730 M)





Kerajaan Sumenep di Madura mengedarkan mata uang yang berasal dari uang-uang asing yang kemudian diberi cap bertulisan Arab berbunyi ‘sumanap’ sebagai tanda pengesahan. Uang kerajaan Sumenep yang berasal dari uang Spanyol disebut juga real batu karena bentuknya yang tidak beraturan. Dulunya uang perak ini banyak beredar di Mexico yang kemudian beredar juga di Filipina (jajahan Spanyol). Di negeri asalnya uang mi bernilai 8 Reales. Selain uang real Mexico, kerajaan Sumenep juga memanfaatkan uang gulden Belanda dan uang thaler Austria.








9. Uang Picis, Kesultanan Cirebon (1710 M)





Sultan yang memerintah kerajaan Cirebon pernah mengedarkan mata uang yang pembuatannya dipercayakan kepada seorang Cina. Uang timah yang amat tipis dan mudah pecah ini berlubang segi empat atau bundar di tengahnya, disebut picis, dibuat sekitar abad ke-17. Sekeliling lubang ada tulisan Cina atau tulisan berhuruf Latin berbunyi CHERIBON.










8. Uang Jinggara, Kerajaan Gowa (Abad ke-16)





Di daerah Sulawesi, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, berdiri kerajaan Gowa dan Buton. Kerajaan Gowa pernah mengedarkan mata uang dan emas yang disebut jingara, salah satunya dikeluarkan atas nama Sultan Hasanuddin, raja Gowa yang memerintah dalam tahun 1653-1669. Di samping itu beredar juga uang dan bahan campuran timah dan tembaga, disebut kupa.








7. Uang Kasha Banten, Kesultanan Banten (Abad ke-15)





Mata-uang dari Kesultanan banten pertama kali dibuat sekitar 1550-1596 Masehi. Bentuk koin Banten mengambil pola dari koin cash Cina yaitu dengan lubang di tengah, dengan ciri khasnya 6 segi pada lubang tengahnya (heksagonal). Inskripsi pada bagian muka pada mulanya dalam bahasa Jawa: “Pangeran Ratu”. Namun setelah mengakarnya agama Islam di Banten, inskripsi diganti dalam bahasa Arab, “Pangeran Ratu Ing Banten”. Terdapat beberapa jenis mata-uang lainnya yang dicetak oleh Sultan-sultan Banten, baik dari tembaga ataupun dari timah, seperti yang ditemukan pada akhir-akhir ini.










6. Uang Kampua, Kerajaan Buton (Abad ke-14)





Uang yang sangat unik,yang dinamakan Kampua dengan bahan kain tenun ini merupakan satu-satunya yang pernah beredar di Indonesia. Menurut cerita rakyat Buton, Kampua pertamakali diperkenalkan oleh Bulawambona,yaitu Ratu kerajaan Buton yang kedua,yang memerintaha sekitar abad XIV. Setelah ratu meninggal,lalu diadakan suatu “pasar” sebagai tanda peringatan atas jasa-jasanya bagi kerajaan Buton. Pada pasar tersebut orang yang berjualan engambil tempat dengan mengelilingi makam Ratu Bulawambona. Setelah selesai berjualan,para pedagang memberikan suatu upetiyang ditaruh diatas makam tersebut,yang nantinya akan masuk ke kas kerajaan. Cara berjualan ini akhirnya menjadi suatu tradisi bagi masyarakat Buton,bahkan sampai dengan tahun 1940.








5. Uang Dirham, Kerajaan Samudra Pasai (1297 M)





Mata uang emas dari Kerajaan Samudra Pasai untuk pertama kalinya dicetak oleh Sultan Muhammad yang berkuasa sekitar 1297-1326. Mata uangnya disebut Dirham atau Mas, dan mempunyai standar berat 0,60 gram (berat standar Kupang). Namun ada juga koin-koin Dirham Pasai yang sangat kecil dengan berat hanya 0,30 gram (1/2 Kupang atau 3 Saga). Uang Mas Pasai mempunyai diameter 10–11 mm, sedangkan yang setengah Mas berdiameter 6 mm. Pada hampir semua koinnya ditulis nama Sultan dengan gelar “Malik az-Zahir” atau “Malik at-Tahir”.










4. Uang Gobog Wayang, Kerajaan Majapahit (Abad k-13)





pada zaman Majapahit ini dikenal koin-koin yang disebut “Gobog Wayang”, dimana untuk pertama kalinya diperkenalkan oleh Thomas Raffles, dalam bukunya The History of Java. Bentuknya bulat dengan lubang tengah karena pengaruh dari koin cash dari Cina, ataupun koin-koin serupa yang berasal dari Cina atau Jepang. Koin gobog wayang adalah asli buatan lokal, namun tidak digunakan sebagai alat tukar. Sebenarnya koin-koin ini digunakan untuk persembahan di kuil-kuil seperti yang dilakukan di Cina ataupun di Jepang sehingga disebut sebagai koin-koin kuil. Setelah redup dan runtuhnya kerajaan Majapahit di Jawa Timur (1528), Banten di Jawa bagian barat muncul sebagai kota dagang yang semakin ramai.








3. Uang "Ma", (Abad ke-12)





Mata uang Jawa dari emas dan perak yang ditemukan kembali, termasuk di situs kota Majapahit, kebanyakan berupa uang “Ma”, (singkatan dari māsa) dalam huruf Nagari atau Siddham, kadang kala dalam huruf Jawa Kuno. Di samping itu beredar juga mata uang emas dan perak dengan satuan tahil, yang ditemukan kembali berupa uang emas dengan tulisan ta dalam huruf Nagari. Kedua jenis mata uang tersebut memiliki berat yang sama, yaitu antara 2,4 – 2,5 gram.







Selain itu masih ada beberapa mata uang emas dan perak berbentuk segiempat, ½ atau ¼ lingkaran, trapesium, segitiga, bahkan tak beraturan sama sekali. Uang ini terkesan dibuat apa adanya, berupa potongan-potongan logam kasar; yang dipentingkan di sini adalah sekedar cap yang menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat tukar. Tanda tera atau cap pada uang-uang tersebut berupa gambar sebuah jambangan dan tiga tangkai tumbuhan atau kuncup bunga (teratai?) dalam bidang lingkaran atau segiempat. Jika dikaitkan dengan kronik Cina dari zaman Dinasti Song (960 – 1279) yang memberitakan bahwa di Jawa orang menggunakan potongan-potongan emas dan perak sebagai mata uang, mungkin itulah yang dimaksud.








2. Uang Krishnala, Kerajaan Jenggala (1042-1130 M)





Pada zaman Daha dan Jenggala, uang-uang emas dan perak tetap dicetak dengan berat standar, walaupun mengalami proses perubahan bentuk dan desainnya. Koin emas yang semula berbentuk kotak berubah desain menjadi bundar, sedangkan koin peraknya mempunyai desain berbentuk cembung, dengan diameter antara 13-14 mm.







Pada waktu itu uang kepeng Cina datang begitu besar, sehingga saking banyaknya jumlah yang beredar, akhirnya dipakai secara “resmi” sebagai alat pembayaran, menggantikan secara total fungsi dari mata uang lokal emas dan perak.








1. Uang Syailendra (850 M)





Mata uang Indonesia dicetak pertama kali sekitar tahun 850/860 Masehi, yaitu pada masa kerajaan Mataram Syailendra yang berpusat di Jawa Tengah. Koin-koin tersebut dicetak dalam dua jenis bahan emas dan perak, mempunyai berat yang sama, dan mempunyai beberapa nominal :





* Masa (Ma), berat 2.40 gram; sama dengan 2 Atak atau 4 Kupang


* Atak, berat 1.20 gram; sama dengan ½ Masa, atau 2 Kupang




* Kupang (Ku), berat 0.60 gram; sama dengan ¼ Masa atau ½ Atak





Sebenarnya masih ada satuan yang lebih kecil lagi, yaitu ½ Kupang (0.30 gram) dan 1 Saga (0,119 gram). Koin emas zaman Syailendra berbentuk kecil seperti kotak, dimana koin dengan satuan terbesar (Masa) berukuran 6 x 6/7 mm saja. Pada bagian depannya terdapat huruf Devanagari “Ta”. Di belakangnya terdapat incuse (lekukan ke dalam) yang dibagi dalam dua bagian, masing-masing terdapat semacam bulatan. Dalam bahasa numismatik, pola ini dinamakan “Sesame Seed”.





Sedangkan koin perak Masa mempunyai diameter antara 9-10 mm. Pada bagian muka dicetak huruf Devanagari “Ma” (singkatan dari Masa), dan di bagian belakangnya terdapatsyailendra.JPG incuse dengan pola “Bunga Cendana”.



5 Nama Digunakan Untuk Menyebut "Indonesia" Sebelum "Indonesia"

KOTA ANEH - Nama Indonesia berasal dari kata “Indo” dan “Nesie” (bahasa Yunani) yang artinya kepulauan Hindia. Dan orang pertama yang menggunakan nama Indonesia itu adalah James Richardson Logan (1869) dalam kumpulan karangannya yang berjudul The Indian Archipelago and Estern Asia yang terbit dalam Journal of the Asiatic Society of Bengal (1849-1859).





Pada masa jaman kolonial lalu, nama Indonesia begitu tabu untuk diperdengarkan. Makanya tak heran, beberapa sebutan atau nama telah disematkan oleh bangsa asing untuk menamai negeri kepulauan ini. Berikut 5 nama lain Indonesia yang diberikan oleh bangsa asing di masa lalu.








1. Hindia


Herodotus


Nama Hindia ini adalah ciptaan dari Herodotus, seorang ahli ilmu sejarah berkebangsaan Yunani (484-425 Sebelum Masehi) yang dikenal dengan Bapak Ilmu Sejarah. Adapun nama Hindia ini baru dipergunakan untuk kepulauan ini, oleh Ptolomeus (100-178 SM), seorang ahli ilmu bumi yang terkenal.Dan nama Hindia ini menjadi terkenal sesudah bangsa Portugis di bawah pimpinan Vascvo da Gama mendapati kepulauan ini dengan menyusur sungai Indus, dalam tahun 1498 Masehi










2. Nederlandsch Oost-Indie


Cornelis de Houtman


Cornelis de Houtman (Sumber: bad-bad.de)





Nama ini diberikan oleh orang-orang Belanda sesudah mereka berkuasa disini. Kemudian nama ini ditukar dengan “Nederlandsch Indie”. Seperti diketahui, bangsa Belanda untuk pertama kalinya datang ke Indonesia dalam tahun 1596 di bawah pimpinan Cornelis de Houtman.








3. Insulinde










Nama ini diberikan oleh Eduard Douwes Dekker (multatuli) di dalam bukunya Max Havelaar dalam tahun 1860, kemudian nama ini dipopulerkan oleh Professor P.J. Veth. Multatuli membuat nama baru ini, oleh karena ia jijik mendengar nama Nederlandsch Indie yang diberikan oleh Belanda itu. Adapun asal usul perkataan tersebut ialah berasal dari perkataan “Insulair”, “Insula” dan “Indus”. Insula dalam bahasa latin yang berarti pulau. Indus berarti Hindia, sedangkan Insilinde artinya pulau Hindia.








4. Nusantara





Nama ini ditemui dalam perpustakaan India Kuno, yang menyebut negeri ini Nusantara. Adapun Nusantara atau Dwipantara artinya pulau-pulau yang berada diantara benua-benua. Dalam kitab Negarakertagama disebutkan, bahwa Nusantara ialah pulau-pulau di luar tanah Jawa. Sedangkan dalam sejarah Melayu dipakai nama: Nusa Tamara. Nama inipun sesungguhnya berasal dari perkataan yang diucapkan Nusantara.










5. The Malay Archipelago





Nama ini diciptakan oleh Alfred Russel Wallace dalam tahun 1869, sesudah ia mengadakan perlawatan ke tanah air kita, dari tahun 1854 sampai dengan 1682. Adapun “Malay” artinya Melayu, “Archipel” yang berasal dari bahasa Yunani “Archipelagus” (dari asal Archi=memerintah; plagus= laut). Dengan demikian beraarti menguasai laut, atau berarti kumpulanpulau-pulau Melayu.